Sekitar 85% Orang Membeli Mobil Matik di Toyota Auto2000. Kenapa ?

toyota-auto2000-matic

 

Tren penggunaan mobil bertransmisi otomatis (matic) kini semakin tinggi. Setidaknya kondisi ini dialami Toyota melalui founder dealer Auto2000.

Menurut Agus Prayitno selaku Chief Executive Auto2000, faktor dominannya penggunaan mobil matik tidak sebatas karena kemacetan namun sudah menjadi tren, termasuk di daera-daerah.

“Kami matik ketimbang manual sekarang. Sekarang orang cenderungnya lebih ke matik. Pilihan matik karena sering macet, tidak juga. Karena memang trennya begitu. Sekarang itu komposisinya 80-85 persen matik di Auto2000. Tak hanya karena dealer kami ada di kota besar, tapi di kota kecil juga sudah mulai ke matik,” terang Agus, usai acara pemberian 7.875 bola ke PSSI, di Jakarta, kemarin.

Selain itu, faktor harga juga lebih tepat dijadikan alasan utama konsumen dalam memilih mobil bertransmisi manual atau otomatis. Pasalnya, perbedaan harga kedua jenis transmisi ini cukup tinggi, yakni di rentang Rp5 juta-Rp10 juta.

“Karena orang mengambil manual itu sekarang konsiderasinya harga, karena harganya lebih murah saja,” ungkapnya.

Agus menambahkan, fenonema ini hampir merata terjadi di semua model yang dipasarkan Toyota. Hanya saja, semakin rendah level suatu kendaraan, maka komposisi transmisi manualnya sedikit lebih tinggi dibandingkan kendaraan di atasnya.

“Semua model rata. Tapi kami ada segmen-segmennya, semakin segmennya ke LCGC (low cost green car) yang pilih manual agak lebih besar sedikit. Jadi (komposisinya) 20 persen (pilih manual),” sebutnya.

Toyota memasarkan dua model kendaraan LCGC, yakni hatchback Agya dan multi purpose vehicle (MPV) Calya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *